![]() |
| dia ada berdiri kokoh dan memberi kesjukan untuk sekitarnya. |
IPK 4, lulus 3.5 tahun, cepet dapet kerja, gaji tinggi, exchange
keluar negeri, pegang jabatan tinggi di ormawa, pengusaha kaya, dapet
kedudukan, banyak uang, jurnal diakui, speaker seminar internasional, dan
maaaasih banyak lagi impian temen-temen yang ingin di capai.
Mungkin beberapa sudah ada yang merintis bahkan sudah ada yang bisa
meraihnya. Tapi satu pertanyaan, buat apa sih semua itu ? buat apa mimpi sebanyak
itu ? untuk daat nama ? Pestasi ? Pengalaman ? Relasi ? Coba deh renungkan dan
jawab pertanyaan itu sama diri kita sendiri.
Setiap orang pasti punya mimpi dan akan terus menggapai mimpinya.
Suatu kebahagiaan saat kita bisa menggapai mimpi iu bahkan bisa melebihi target
kita. Tapi guys, buat apa sih mimpi tinggi, nama dan jabatan terjamin,
relasi banyak, uang banyak, kalau pada akhirnya kita juga bakal ninggalin
semuanya. Yaps, saat kita mati.
Hidup tuh singkat, udah kaya ftv aja tapi gak segampang ftv yaa
hehehe
Buat apa sih kita dilahirkan ? Buat apa sih kita di dunia ? Apa cuma
buat gapai mimpi mimpi kita, terus mati gitu aja ?
Anggap saja kita ini gelas. Alat sederhana yang banyak di butuhkan.
Gelas kosong di taruh gitu aja apa gunanya ? Gelas yang diisi air, tapi ditaruh
aja, apa gunanya ? Lama kelamaan airnya juga keruh, tapi gelas yang diisi air
dan dimanfaatkan, diminum dll, itulah guna yang sebenarnya.
Manusia itu diciptakan di lahirkan bukan semata-mata hanya untuk
hidup dan mati saja. Produk Allah ini di ciptakan untuk memberi kontribusi
untuk sekitarnya. Manusia jangan polosan gitu aja, gak tau ilmu dan nggak mau
belajar, apa gunanya ? Manusia berilmu tapi diam aja, apa gunanya ? Kita punya
ilmu, dapet kerja, gaji tinggi, so what ? Nanti juga mati, di tinggal pasti.
Mawapres, dapat pujian, dapat prestasi, lalu apa ? Nanti juga dilupkan.
Manusia itu istimewa, manusia itu berharga, kita itu keren.
Tapi apa sih gunanya kita kalau memang dengan adanya kita tidak
memberikan arti apa-apa untu sekitarnya. Berbagilah, bermanfaatlah,
sesungguhnya ia yang menghidupkan tanah yang matilah yang akan menikmati tanah
itu, ialah yang akan merasakan kebermanfaatannya.
Hidup tuh gak sesimple itu, berkaryalah untuk sekitarmu, kayalah
untuk sekitarmu, pintarlah untuk memintarkan sekitarmu, hidupkanlah sekitarmu, jadikan
hidupmu berarti untukmu dan bermanfaat untuk hidupmu. Karena hidup itu sekali,
berarti, lalu mati.

0 komentar:
Posting Komentar