Lingkungan dan Diri Sendiri Sang Penentu Karakter

Pernah mendengar berita seorang balita merokok dan berbicara kotor ? Atau anak SD yang mengacungkan tangannya kepada seorang nenek pengemis ? Tawuran antar siswa atau bahkan korupsi yang merajalela ?
            Seperti yang kita tahu, banyak sekali peristiwa miris yang terjadi di sekitar kita, kejadian yang menyayat hati. Saya yakin, bahwa ini masih di dunia dan saya yakinbukan hanya melihat dari media masa namun kita juga melihat  banyak peristiwa serupa terjadi di sekitar kita. Lalu bagaimana menurut anda ? salahkah mereka ? kita hanya mengutuk tanpa berbuat apa-apa ?

Hidup itu seperti dua buah apel, tergantung kita mau dibawa kemana apelnya. Mau diimpan di tempat yang sejuk untuk nanti dimakan, tau dibiarkan hingga membusuk.
           Manusia memang pribadi yang unik, yang berbeda satu sama lain. Manusia terlahir dengan membawa pribadi mereka, kepribadian yang tentunya tidak sempurna karena setiap kepribadian ada kekurangan dan kelebihannya. Tinggal bagaimana nanti kita membawa kepribadian kita dengan baik. Dalam implementasinya, manusia tidaklah mutlak bertingkah laku sesuai kepribadian mereka. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh luar atau lingkungan. Keluaran sifat dan tingkah laku inilah yang dinamakan karakter.
            Manusia tidak bisa memilih kepribadian mereka karena ini mutlak dari tuhan, namun mereka bisa mengambangkan dan membentuk karakter diri. Karakter juga merupakan suatu hal yang unik karena karakter dibentuk dan dibangun secara sadar oleh pribadi itu sendiri. Memang lingkungan juga memberikan pengaruh, namun kembali pada pribadi masing masing, bagaimana mereka mengolah dan memilih karakter yang akan mereka keluarkan karena kita memiliki kontrol penuh atas karakter kita dan karakter itulah yang menjadi tanggung jawab kita.
            Nah, sekarang saat ada penyelewangan di masyarakat, pantaskah kita bilang bahwa lingkungan lah yang menyebabkan ? lingkunganku yang mengajarkan ? benar tapi tidak sepenuhnya benar, karena karakter adalah plihan kita.
            Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, lingkungan juga memiliki andil dalam pembentukan karakter seseorang. Lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Lingkunganlah yang memberikan arahan dan dorongan seseorang untuk bertindak. Di sinilah dibutuhkan peran lingkungan dalam membetuk suatu karakter yang berkualitas. Karena bagaimanpun juga karakter adalah kunci keberhasilan seseorang.
            Pembelajaran tentang nilai-nilai moral seperti sikap disiplin, sopan santun, serta tanggung jawab sangat dibutuhkan untuk bisa membentuk karakter yang bagus. Pembelajaran ini bisa dilakukan baik dalam keluarga maupun sekolah karena lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan kita, serta sekolah adalah tempat dimana kita mencari ilmu, belajar untuk masa dpan, yang seharusnya saat keluar ita bisa menjadi seorang yang siap dan mengerti tentang nilai nilai kehidupan.

Sekolah bukan hanya mendidik tentang pelajaran eksak yang menuntut pada nilai, namun juga sangat dibutuhkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter di sekolah bukan berarti adanya pelajaran budi pekerti dan kewarganegaraan melainkan pengajaran tentang bagaimana seorang siswa bisa mengerti dan peduli dengan nilai-nilai kehidupan. Pengajaran ini juga tidak sebentar, karena karakter bukanlah suatu hal yang instan melainkan suatu hal yang terbentuk melalui proses yang berlangsung secara continue  atau terus menerus.
Seperti yang dikatakan David Elkind & Freddy Sweet (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut:

“character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”.
NewerStories OlderStories Beranda

0 komentar:

Posting Komentar